Apa itu demokrasi

Apa artinya demokrasi, kalo kemiskinan cuman jadi sekedar tanda yang musti terus dimaklumi, memenuhi baris-baris redaksi di koran-koran atau televisi-televisi swasta, atau semacam hidangan pahit saat minum kopi?

Makanya, diriku menjadi gak peduli lagi sama siapa pemimpin negeri ini. Kebenaran sudah seperti bokhlam 5 watt di kamar mandi. Jam mati. Realitas jadi sekeras batu. Demo-demo lagi. Wakil rakyat sibuk memepertontonkan kekuatan utk menjatuhkan dirinya sendiri. Tuh kan…..! Spiral kekerasan Holder Camara sekarang terbukti.

Aku makin merasa gak bisa percaya. Aku makin merasa ada yang salah dalam struktur pahit keadilan negeri ini. Presiden dan para pembantunya, serta anggota dewan di parlemen RI semakin kehilangan daya pikir. Aku melihat permainan politik yang mubazir. Aku makin melihat negeri ini menuju kegilaan yang nyata.

Tapi siapa yang peduli sama yang aku pedulikan? Di negeri ini demokrasi adalah satu bentuk legitimasi untuk menindas rakyat. Beeehhhh…..!! Gerah bener pagi ini. Selamat jalan ideologi. Anggota DPR RI sibuk adu kekuatan politik. Guru-guru aksi minta kenaikan gaji. Murid-murid sibuk berkelahi. Pendidikan: bunuh diri!

Aku memeluk anak-anakku. Selamat pagi, sayangku. Maafin Ibu, tidak ada uang belanja yang tersisisa di tanggal tua begini. Dan dari jendela kamar kami langit semain menampilkan warna yang sama: merah, merah menyala, merah kaum yang terhina, merah bumi jajahan, merah perlawanan!

Apa artinya demokrasi, kalo semua sumber daya yang kita miliki akhirnya ngendon ke bank-bank asing atau diluar negeri: trus kita yang terhutang sampai tujuh turunan, harus menanggung rente n ampas kewajiban?

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

Comments are closed.