Induksi sel-sel pembentuk antibodi IgM dengan sejumlah spesifisitas aktivator

Tergantung¬† pada timus sepertilevan dalam keadaan-keadaan di mana antigen tersebut tidak merupakan aktivatorpoliklonal menimbulkan kesan bahwa sel-sel-B11 dapat dirangsang oleh salah satu contoh, anyaman pembungkus atau Moller/Coutinho. Karena perbandingan intraselular dari cGMP : cAMP rupanya menentukan aktivasi limfosit, apakah mungkin bahwa ada dua pilihan tempat aktivasi pada sel-sel ini, satu lg.dan satunyatidak khas, seperti yang menurunkan cAMP sedang yang lain dapat menaikkanc GMP? Interaksi-interaksi selular kompleks yang merupakan obat tradisional diabetes kering dasar responsimun berlangsung dalam jaringan limfoid p..if., atau sekunder,yaitu meliputi kelenjar getah bening, Iimpa, dan jaringan yang tidakterbungkus dan melapisi saluran-saluran pernafarrr, p.n….r””.r,dan kelamin-kemih.

KELENJAR GETAH BENING

gensJaringan kelenjar getah bening yang terbungkus rapi mengandungsekumpulan sel-sel retikuler dengan serrt-reirt yang rcranyam satusama lain sehingga membentuk sinus-sinus. Kelenjar getah bening ini berlaku sebagai saringan getah bening yang berasal dari jaringantubuh dan mungkin mengandung antigen-anrigen asing. Caiiangetah bening ini memasuki sinus subkapsular melalui pembuluh pembuluh aferen, berdifusi melewati limfosit-limfosit di korteks dan mencapai sinus-sinus medularis dan kemudian pembuluh-pembuluh getah bening eferen (Gambar 3.15).

Daerah sel-B

Kumpulan folikular limfosit-B merupakan ciri yang menonjol dari korteks. Dalam kelenjar yang belum terangsang limfosit-B merupakan sekumpulan sel-sel bulat yang dinamakan gumpalan-gumpalan primer tetapi setelah tantangan antigenik sel-sel tersebutakan membe ntuk kantwng-kantung sekwnder yang terdiri atas suatu korona atau lapisan limfosit-B kecil yang tersusun secara konsentris mengelilingi pusat perbenihan yang berwarna pucat serta mengandungsel-sel limfoid besar yang kadang-kadang sedang berkembangbiak; makrofaga retikular yang tersebar dan makrofaga dendritik dengan tonjolan-tonjolan sitoplasma yang memanjang dan kadang-kadang beberapa lisosom. Pusat-pusat perbenihan sangat membesar pada respons antibodi sekunder dan adalah beralasan untukmenganggap pusat tersebut sebagai tempat ingatan sel-B yangpenting. Setelah rangsangan antigen, mulai timbul plasmablas yang berdiferensiasi dan menjadi sel plasma dalam untaian sel-sel limfoid yang terdapat diantara sinus-sinus medularis.

Daerah sel-T

Pengkotakan dalam kedua jenis limfosit utama terjadi karena sel-sel-T sebagian besar terdapat pada suatu daerah kelenjar yang dinamakan daerah parakortikal (atau daerah yang tergantung padatimus) (Gambar 3.15); bila kita melihat kelenjar-keleniar yang berasal dari anak-anak dengan kekurangan sel-T selektif atau darimencit yang telah mengalami timektomi neonatal, maka ternyata pada daerah parakortikal hampir tidak ada limfosit (Gambar 3.16c).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *