Silver Sebricht Bantams

1. Katai Batik Itali (Silver Sebright Bantams)
Jenis asli ayam katai ini sebenarnya berasal dari Inggris, kemudian cepat sekali menyebar luas ke seluruh benua, karena memang mempunyai karakter warna spesifik yang tidak dimiliki oleh jenis ayam katai manapun di dunia ini. pang yang cantik, manis, lucu, dengan penampilan berkesan bersih dan alur, langsung memikat para penggemar jenis ayam hias di seluruh dunia, dan ditambah lagi dengan daya adaptasinya pada lingkungan baru yang baik.

Jenis ini merupakan hasil upaya Sir John Sebright. Dengan tekun dan penuh keyakinan bahwa akan mendapatkan hasil yang gemilang, ia menggunakan percobaan kawin silang terhadap berbagai jenis ayam katai. Sebagai hgrasi pertama ia mengawinkan ayam katai betina lokal (Inggris) dengan jantan gallus patavinus dan pejantan lokal dengan betina gallus patavinus.

Lahirlah generasi kedua, yang kemudian saling dikawinsilangkan lagi, sehingga lahir generasi ketiga yang merupakan bibit pilihan. Generasi ketiga dikawinsilangkan dengan bibit ayam katai Hamburger dari Belanda. Akhirnya generasi keempat dikawinsilangkan dengan ayam bantam hitam. maka lahirlah karya cipta yang pertama, yakni ayam katai jenis baru dengan bulu dasar berwarna perak berkontur hitam, dipatenkan dengan nama Silver Sebright Bantams.

       Beberapa waktu kemudian muncul karya cipta yang kedua, yakni ayam katai berbulu dasar warna kuning segar berkontur hitam. yang kemudian disebut Citron Sebricht bantams.

       Demikian terkenalnya karya-karya Sir John Sebricht, sehingga setiap mengikuti kontes ayam hias di Eropa, selalu ayam Sebricht bantams memenangkannya.

       Namun para penggemar ayam hias di Indonesia lebih mengenal ayam katai jenis baru tersebut dengan sebutan ayam katai batik Itali. Mungkin dahul diimport melalui negara tersebut.

a.Pejantan:

  • Bobot pejantan yang baik sekitar 650 gram.
  • Seluruh bulu berwarna dasar perak untuk generasi pertama, sedangka generasi kedua berbulu warna dasar kuning segar.
  • Pada setiap ujung bulu mulai dari kepaia hingga ujung ekor berkontur hitam, teratur rapi seolah olah digambar atau dibatik satu per satu.
  • Ayam yang berbulu dasar warna perak, bulu pada badan bagian bawah dan paha lebih banyak unsur hitamnya.
  • Ayam yang berbulu dasar warna kuning segar, bulu pada bagian sebelah bawah dan paha lebih banyak unsur warna kuning mudanya.
  • Paruh, kuku dan taji berwarna putih abu-abu.
  • Jengger besar berbentuk mawar dengan gerigi besar-besar dan pial sepasang juga besar menggantung di bawah kedua tulang rahangnya, berwarna merah darah.
  • Cuping telinga berukuran kecil, warnanya putih berbercak-bercak merah pucat.
  • Kaki dan jari-jari kaki berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Telapak kaki berwarna abu-abu kekuning-kuningan.
  • Bulu ekor mengembang, lurus mencuat ke atas, bagus sekali.
  • Taji berbonggol besar, berujung runcing, warnanya abu-abu kehitam-hitaman.
  • Kuku kecil, pendek, melengkung, berwarna putih tanduk.
  • Tidak suka berkelahi, kalem dan tidak takut didekati anak-anak sekalipun.

b. Betina:

  • Berat rata-rata hanya 500 gram.
  • Jengger berbentuk mawar kecil, bergerigi kecil-kecil dan berwarna merah darah keunguan.
  • Pial sepasang, kecil, warnanya merah darah.
  • Cuping telinga kecil sekali, berwarna abu-abu keputih-putihan dan berbintik-bintik merah darah.
  • Paruh kecil, pendek, agak lebar, melengkung pada ujungnya, berwarna putih keabu-abuan.
  • Kuku kecil, panjang, runcing berwarna putih tulang.
  • Kaki bersisik halus dan jari-jari kaki warnanya abu-abu kehitam-hitaman.
  • Telapak kaki halus, berwarna abu-abu kekuning-kuningan.
  • Bulu ekor menyempit pada ujungnya, helaiannya lurus.
  • Ayam yang berbulu dasar warna perak, pada bagian badan sebelah bawah serta bulu pada paha berwarna perak kehitam-hitaman. Ayam yang berbulu dasar warna kuning segar, bulu badan sebelah bawah dan pada paha berwarna kuning muda.
  • Seluruh bulu baik yang berwarna dasar perak maupun yang berbulu dasar kuning segar, mempunyai kontur hitam pada setiap ujung bulunya, teratur rapi seperti dibatik halus.
  • Bertelur paling banyak 16 butir per periode dengan persentase menetas hanya 60%.
  • Induk betina mempunyai sif at tidak suka mengerami telumya sendiri.

c. Telur

  • Berukuran kecil warnanya putih opaque, bentuknya bulat ke oval.
  • Dieramkan pada mesin.tetas selama 21 hari. dan menetas de menetas bulu kapas berwarna abu-abu keputih-putihan untuk yang berwana dasar perak, dan berbulu kapas kuning untuk yang berbulu wa dasar kuning pucat.
  • Sejak menetas antara anakan jantan dan betina mudah dibedaln dari bentuk jenggemya.

2. Katai Peking
a. Pejantan:

  • Berat badan berkisar 800 gram.
  • Kepala agak besar dengan bentuk membulat.
  • Jengger tunggal, besar, tak bergerigi, wamanya merah segar dan lemas (kepleh: Jw) hingga menutup sebagian mata dan paruhnya.
  • Pial sepasang berukuran besar, berwarna merah segar, menggantung di bawah rahang.
  • Sedang cuping telinganya kecil, berwarna merah segar.
  • Paruh kecil, pendek dan lebar, wamanya putih tanduk.
  • Mata berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Seluruh bulu berwarna putih, kecil-kecil, panjang dan sangat lembut seperti kapas menggumpal.
  • Ada juga yang berbulu warna kuning pucat dengan bulu hias pada pinggang dan bulu ekor pokok berwarna kuning keemas-emasan, pendek dan sedikit melengkung ujungnya.
  • Seluruh kaki dan jari-jari kaki tertutup oleh bulu sangat lebat hingga menyapu tanah.
  • Jadi, yang kelihatan hanyalah ujung kuku berwarna putih tulang, dan
  • telapak kaki berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Tajinya berwarna putih tanduk, kecil, panjang, melengkung.
  • Pembawaan tenang dan tidak banyak terpengaruh situasi di sekeliling. Dapat hidup akur dengan beberapa pejantan dalam satu kandang
  • Daya seksualnya agak rendah.

b. Betina:

  • Berat rata-rata hanya 600 gram.
  • Kepala berbentuk oval membulat.
  • Jengger kecil dan lemas, warnanya merah agak pucat.
  • Pial sepasang, berwarna merah segar, berukuran sedang, menggantung di bawah rahang.
  • Cuping telinga kecil, warnanya biru muda berbintik-bintik putih.
  • Paruh kecil, pendek dan lebar, berwarna putih tanduk.
  • Mata berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Seluruh bulu berwarna putih atau kuning pucat, kecil-kecil lembut, panjang dan menggumpal (gembel: Jw).
  • Kaki dan jari-jari kaki tidak kelihatan, karena tertutup oleh bulu yang sangat lebat.
  • Kuku-kukunya berwarna putih tanduk, kecil dan runcing.
  • Hanya telapak kaki yang halus, berwarna abu-abu kehitam-hitaman saja yang tampak.
  • Bertelur cukup banyak, sekitar 16 butir per periode, tetapi banyak yang tak terbuahi, sehingga persentase menetas rata-rata hanya 50%-nya saja.
  • Induknya rajin mengeram dan kelihatan sangat sayang terhadap anak-anaknya.

c. Telur:

  • Berukuran sedang, berbentuk oval membulat, warnanya putih segar.
  • Setelah dierami induknya selama 21 hari akan menetas dengan bulu kapas berwarna putih bersih atau kadang-kadang kuning cerah.

3. Katai Batik Kanada (Gold sebright bantams)
Gold sebricht bantams
Jenis ayam ini aslinya juga berasal dari Inggris. Ternyata Sir Johi Sebricht belum puas atas dua karya cipta terdahulu. Melalui uji penyilangal penyilangannya yang tak mengenal putus asa, lahirlah karya cipta ketiga yakin ayam katai berbulu dasar wama merah keemasan berkontur hitam. Jenis ll kemudian dipatenkan dengan nama Gold Sebricht bantams. Ayam Katai Batik Kanada betina (Gold sebricht bantams).

Tetapi para penggemar di Indonesia lebih suka menyebut dengan narri ayam katai batik Kanada. Di samping lebih mudah melafalkannya, mungkin juga dahulu bibitnya didatangkan dari Kanada.

a. Pejantan:

  • Berat ideal pejantan yang baik berkisar 625 gram.
  • Jengger bilah, berukuran besar bergerigi besar-besar wamanya merah darah.
  • Pial sepasang, besar, menggantung di bawah rahang berwarna merah darah.
  • Cuping telinga berukuran sedang, berwarna merah segar.
  • Paruh kecil, pendek, meruncing, wamanya putih tulang.
  • Mata melotot, besar, berwarna kuning kemerah-merahan.
  • Taji mencuat tumpul, melengkung ke atas berwarna putih tulang.
  • Kaki dan jari-jari kaki berwarna merah saga pucat.
  • Telapak kaki halus, wamanya putih kemerah-merahan.
  • Seluruh bulu berlatar belakang merah keemas-emasan, pada setiap ujung bulu berkontur warna hitam, rapi, teratur seperti digambar.
  • Pada pangkal paha dan badan sebelah bawah lebih banyak warna hitamnya.
  • Bulu ekor mengembang, lurus mencuat ke arah atas melengkung ke depan hingga menyentuh jengger.
  • Tidak suka berkelahi walau bercampur dengan macam-macam pajantan katai, kalem dan tidak takut di kerumuni orang banyak.

b. Betina:

  • Bobot rata-rata hanya 525 gram.
  • Warna dasar seluruh bulu merah keemas-emasan.
  • Pada setiap ujungnya berkontur warna hitam, teratur rapi bagai dilukis.
  • Bulu pada badan sebelah bawah, bulu paha lebih banyak unsur hitamnya.
  • Jengger bilah, kecil, bergerigi kecil dan berwarna merah darah.
  • Pial sepasang, berukuran kecil wamanya merah segar.
  • Cuping telinga berukuran sedang, berwarna putih berbercak-bercak merah pucat.
  • Kaki dan jari-jari kakinya berwarna merah saga pucat.
  • Telapak kakinya halus, berwarna putih kemerah-merahan.
  • Paruh kecil, pendek, runcing, wamanya putih tulang berujung keku-ning-kuningan..
  • Bulu ekor menyempit pada ujungnya.
  • Bertelur paling banyak 16 butir per periode, dengan persentase menetas 80% saja.
  • Induk betina tidak suka mengerami telurnya sendiri.

c. Telur

  • Wamanya putih opaque, berbentuk oval membulat.
  • Dieramkan pada mesin tetas selama 21 hari, menetas dengan bulu kapas berwama kuning bergaris kecoklat-coklatan; sangat rawan terhadap parasit terutama cacing gelang

4. Katai Mas
a. Pejantan:

  • Paling tinggi hanya 23 cm dengan berat rata-rata 1 kg.
  • Hampir seluruh bulu berwama merah keemas-emasan. Bulu hias pada pangkal leher, punggung dan sayap berwama merah darah dan kuning segar.
  • Pada bagian dada, badan sebelah bawah, paha, pangkal sayap dihiasi sedikit warna hitam.
  • Bulu ekor mengembang. Bulu ekor pokok melengkung ke atas, membalik ke depan hingga menyentuh jengger.
  • Bulu sayap panjang, letaknya agak menggantung, hingga ujungnya sering terseret di tanah.
  • Ruas kaki dan jari-jari kakinya pendek sekali, bersisik besar-besar wamanya kuning tua.
  • Kuku-kukunya runcing, melengkung, berwama putih tulang.
  • Tajinya mencuat, besar, melengkung ke atas, wamanya putih tulang kekuning-kuningan.
  • Telapak kakinya halus, berwana kuning pucat.
  • Paruhnya pendek, berwama putih tulang.
  • Matanya berwama merah segar.
  • Jenggernya besar, tipis, bergerigi besar-besar, pial besar sepasang menggantung dan cuping telinga juga besar berwama merah darah.
  • Rajin sekali berkokok dengan suara lantang, bila berjalan bergoyang ke kiri-kanan, lucu.

b. Betina:

  • Berat rata-rata hanya 0,8 kg.
  • Jengger kecil, tipis, bergerigi kecil-kecil, berwama merah darah.
  • Pial sepasang menggantung, pendek, ujungnya berbintik, berwama merah segar.
  • Cuping telinga juga kecil, berwama merah darah.
  • Paruh pendek, sedikit melengkung, pada ujungnya berwama putih tulang.
  • Mata berwama merah.
  • Kakinya bersisik halus, berwama kuning tua, ruas kakinya pendek.
  • Jari-jari kaki dan telapak kakinya walaupun kecil kelihatan kokoh, sisiknya besar-besar berwama kuning.
  • Kuku-kukunya kecil runcing, melengkung, wamanya putih.
  • Bertelur paling banyak hanya 10 butir. Induk betina rajin mengeram, namun persentase menetas hanya 90%.

c. Telur:

  • Berbentuk oval, kecil dan berwama putih opaque.
  • Dierami selama 21 hari, menetas dengan bulu kapas berwama kuning segar.
  • Anakan sangat rawan terhadap serangan cacing gelang.

5. Katai Yokohama
a. Pejantan:

  • Berat rata-rata hanya 625 gram,
  • Jengger tunggal, berukuran besar, berbentuk bilah, gerigi besar-besar, berwama merah darah.
  • Pial sepasang, besar, menggantung di kedua rahangnya, berwama merah darah.
  • Cuping telinga juga berwama merah darah.
  • Mata melotot, berwama merah kekuning-kuningan.
  • Paruh berwama putih tulang, berbentuk kecil agak melengkung.
  • Ruas kaki pendek, dengan sisik-sisik besar berwama abu-abu tua.
  • Jari-jari kaki pendek, wamanya abu-abu kekuning-kuningan.
  • Telapak kaki halus, berwama abu-abu keputih-putihan.
  • Tajinya kecil, panjang dan melengkung berujung tumpul, wamanya putih tanduk.
  • Bulu hias pada leher kecil-kecil, panjang dan runcing berwama kuning kemerah-merahan.
  • Bulu hias pada punggung dan pinggang wamanya kuning.
  • Bulu ekor pokok panjang melengkung keatas hingga menyentuh jengger berwarna hitam mengkilap, kadangkala berwarna putih bersih.

b. Betina:

  • Berat rata-rata 500 gram.
  • Kepala kecil, bentuknya membulat.
  • Jengger berwarna merah darah, berukuran sedang, bergerigi kecil-kecil dan tipis.
  • Pial sepasang, menggantung di bawah rahang, ukurannya sedang dan berwarna merah darah.
  • Cuping telinganya kecil, wamanya putih berbercak-bercak merah agak ungu.
  • Seluruh bulu berwarna hitam kusam dan agak mengembang.
  • Ruas kaki pendek sekali dengan sisik yang besar, berwarna abu-abu tua. Demikian pula jari-jari kakinya.
  • Telapak kakinya halus, berwarna abu-abu keputih-putihan.
  • Bertelur paling banyak hanya 10 butir per-periode.
  • Rajin sekali mengeram, sangat sayang pada anak-anaknya. Namun persentase menetas relatif kecil, berkisar 60% saja.

c. Telur:

  • Berbentuk oval membulat, ukurannya kecil dan berwarna putih opaque.
  • Setelah 21 hari dierami induknya akan menetas, berbulu kapas warna abu-abu kekuning-kuningan dengan belang-belang hitam.

Lihat Ciri-ciri dan Jenis Ayam Kate Bagian 3

This entry was posted in Peternakan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *