Ciri-ciri dan Jenis Ayam Kate (Ayam Katai)

ayam kate

Ciri-ciri dan Jenis Ayam Kate – Ayam Kate atau Ayam Katai atau biasa orang menyebutnya ayam Serama, termasuk jenis ayam yang sangat kecil dan pendek. Justru karena cebol inilah letak daya pikatnya.

Tingkahnya lucu, menggelikan, sekaligus juga menjengkelkan. Kebanyakan di atas kepalanya tumbuh jengger yang sangat besar jauh melebihi besar kepalanya, bulunya pun lebat. Sayapnya menggantung dan terseret di tanah. Jalannya bergoyang ke kiri dan ke kanan menunjukkan sikap yang angkuh.

Rata-rata para penggemar lebih senang memelihara sejak tahap anakan, karena dapat melihat perkembangannya mulai kecil. Dari tahap awal inilah sering muncul tingkah yang lucu, yang menarik dan tak terduga sebelumnya. Pada dasarnya jenis ayam katai lebih tahan terhadap beberapa jenis penyakit dan parasit daripada jenis ayam yang lain, kecuali terhadap tetelo.

Jika Anda ingin memulia usaha budidaya ayam kate melalui cara menetaskan telur dengan alat bantu berupa mesin tetas, kami akan memberikan solusi terbaik dalam usaha Anda tersebut, kami akan memberikan penawaran mesin penetas terbaik dan berkualitas seperti pada website “http://tetasan.com/mesin-tetas-telur-otomatis/” sehingga usaha Anda dalam budidaya ayam kate menjadi berhasil.

Ada beberapa jenis ayam kate (Ayam Katai) di negara kita ini, antara lain:

1. Katai Jepun (Callus domesticus nanus japonicus)
ayam kate jepun
a. Pejantan:

  • Berat tidak lebih dari 0,8 kg.
  • Kepala kecil berbentuk oval.
  • Jengger besar sekali berwarna merah segar dengan bentuk tunggal, bilah bergerigi besar-besar.
  • Pial besar, sepasang, menggantung di bawah kedua rahangnya berwarna merah segar.
  • Cuping telinga warnanya juga merah segar dan berukuran kecil.
  • Paruhnya berwarna putih tulang, berujung kuning pucat.
  • Matanya besar berwarna kuning kemerah-merahan.
  • Seolah-olah tanpa kaki karena mas kakinya sangat pendek dan ter-tutup oleh sayap yang jatuh menjuntai hingga menyentuh tanah.
  • Kakinya berwarna kuning gading dengan sisik-sisik besar.
  • Jari-jari kakinya pendek, tidak kokoh menopang goyangan tubuh-nya, sehingga sering jatuh terlentang bila tersandung atau bertarung dengan lawannya.
  • Kuku-kukunya kecil, agak melengkung, warnanya putih segar.
  • Tajinya berbonggol besar, agak melengkung, warnanya putih keku-ning-kuningan.
  • Ekornya mirip kipas. melengkung ke atas, ujung lancur hampir menyentuh jengger.
  • Seluruh bulu ada yang berwarna putih polos ada pula yang berwarna hitam polos, kuning keemas-emasan atau kombinasinya.
  • Daya seksualnya tinggi.
  • Sifatnya pongah dan tidak takut terhadap ayam dari jenis lain yang jauh lebih besar, walaupun akhirnya hams menderita babak belur dan lari ngacir toh dari kejauhan masih berani menantang dengan berkokok nyaring.

b. Betina

  • Paling berat hanya 0,5 kg.
  • Paling tinggi hanya 14 cm.
  • Jengger berukuran sedang, tipis dengan gerigi kecil dan berwarna merah segar.
  • Pial dan cuping telinganya kecil berwarna merah segar.
  • Paruhnya pendek, kokoh, melengkung bagus, warnanya putih tulang, ujungnya kuning pucat.
  • Ruas kakinya pendek sekali dengan sisik-sisik besar agak kasar berwarna kuning gading nyaris tak nampak karena tertutup oleh sayap yang terseret-seret di tanah.
  • Jari-jari kakinya yang kecil dan pendek berwarna kuning gading juga.
  • Telapak kakinya halus, warnanya putih.
  • Kukunya kecil dan runcing, melengkung dengan warna putih segar.
  • Matanya berwarna kuning kemerah-merahan.
  • Ekornya mengembang ke atas punggungnya.
  • Bertelur paling banyak 8 butir per periode, dan rajin mengeram.
  • Warna bulu ada yang putih polos, hitam polos, kuning keemasan.

c. Telur

  • Bentuknya oval memanjang dan kecil berwarna putih jernih.
  • Setelah 21 hari dierami induknya, telur akan menetas, dengan bulu) kapas berwarna kuning pucat.
  • Anakan cukup tahan terhadap perubahan musim, namun segala penyakit dan parasit merupakan momok yang tidak bisa diabaikan kehadirannya.

Antara anakan jantan dan betina mudah sekali dibedakan lewat bentuk jenggemya.

2. Katai Kapas Jepun
ayam kate kapas
a. Pejantan:

  • Berat rata-rata 0,8 kg.
  • Kepala cukup besar, berbentuk oval membulat
  • Pial sepasang berukuran besar berwarna merah darah, menggantung di bawah rahang.
  • Cuping telinga kecil, warnanya merah tua.
  • Paruhnya berwarna putih tulang, pendek dan lebar.
  • Matanya berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Ada dua macam bulu dan jengger dari jenis ini:
  • Bila bulunya kecil-kecil, berwarna putih polos dan lembut sekali seperti kapas, berjengger mawar berukuran sedang, berwarna merah darah.
  • Bila berbulu merah keemasan, berjengger sumpel warnanya merah keunguan.
  • Ekor mengembang seperti kipas namun lurus.
  • Ruas kakinya sedang, bersisik kecil-kecil teratur rapi dengan warna hitam keabu-abuan.
  • Jari-jari kakinya berwarna abu-abu gelap.
  • Kuku-kukunya kecil, panjang, ujungnya melengkung, berwarna putih tulang.
  • Telapak kaklnya yang halus berwarna putih keabu-abuan.
  • Taji panjang, melengkung, berujung tumpul, warnanya putih kekuning-kuningan.
  • Mempunyai sifat tenang, kalem dan tidak suka berkelahi.
  • Suara kokoksrya tidak keras dan kurang panjang.

b. Betina

  • Berat tidak lebih dari 0,6 kg.
  • Jengger berukuran sedang, berbentuk mawar, warnanya merah pucat, seluruh bulu berwarna putih polos, kecil, lembut bagai kapas.
  • Betina yang berbulu merah keemas-emasan, jenggemya sumpei berwarna merah keungu-unguan.
  • Pialnya kecil sekali, sepasang, berwarna merah darah.
  • Cuping telinganya kecil, berwarna merah keungu-unguan berbintik-bintik putih.
  • Paruhnya kecil, pendek dan lebar, berwarna putih tulang.
  • Matanya berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Ekornya menyempit di atas serta lurus.
  • Kaki dan jari-jari kakinya berwarna hitam abu-abu dan bersisik halus.
  • Telapak kakinya berjaringan halus, warnanya putih keabu-abuan.
  • Bertelur paling banyak 14 butir per periode.

c. Telur

  • Besarnya sedang, berwarna putih segar dan berbentuk oval memanjang.
  • Setelah dierami selama 21 hari akan menetas dengan bulu kapas berwarna kuning pucat.
  • Sangat rawan terhadap perubahan musim dan segala bentuk penyakit dan parasit.
  • Untuk membedakan anakan jantan dan betina agak sulit, sebelum berumur 2 bulan.

Lihat Juga Ciri-ciri Ayam Hias Malaya

3. Katai Mahkota
ayam katai mahkota
a. Pejantan:

  • Berat rata-rata 1 kg
  • Bentuk kepala seolah-olah terdiri dari dua buah bulatan yang salin bertumpuk, besar dibawah yang kecil di atas.
  • Jengger berbentuk mawar, kecil sekali, berwarna merah pucat
  • Pial berukuran kecil, warnanya merah pucat.
  • Cuping telinganya besar, berwarna pelangi.
  • Bulu di bagian kepala mengembang seperti sebuah mahkota, hingga menutupi sebagian mata dan telinganya.
  • Seluruh bulunya kecil-kecil Iembut berwarna satu macam yakni bisa hitam kusam, putih atau kuning kemerah-merahan.
  • Matanya berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Kaki dan jari-jari kakinya sering ditumbuhi bulu Iembut.
  • Kaki, jari-jari kaki dan telapak kakinya berwarna abu-abu kehitaman.
  • Kebanyakan tidak bertaji, bila toh ada, hanya kecil saja dan berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Paruhnya berwarna putih tulang

b. Betina

  • Berat rata-rata 1 kg.
  • Bentuk kepala sama dengan pejantannya.
  • Jengger berbentuk mawar kecil sekali dan pial berukuran kecil, warnanya merah pucat.
  • Cuping telinga kecil berwarna pelangi.
  • Bulu di bagian kepala mengembang bagai mahkota, menutup sebagian mata dan telinga.
  • Kaki dan jari-jari kakinya juga penuh ditumbuhi bulu Iembut.
  • Seluruh bulu kecil-kecil Iembut berwarna satu macam, bisa hitam kusam, putih atau kuning kemerah-merahan.
  • Kaki, jari-jari kaki dan telapak kakinya berwarna abu-abu kehitam-hitaman dengan sisik-sisik halus.
  • Paruhnya kecil berwarna putih tulang.
  • Antara pejantan dan betina sulit dibedakan karena sama dan serupa. Baru setelah berumur 6 bulan, tampak adanya sedikit perbedaan, calon-calon pejantan kelihatan lebih lincah dan agresif.
  • Bertelur paling banyak 14 butir per periode.
  • Induk betina rajin mengeram dan pandai mengasuh anak-anaknya.

c. Telur:

  • Berukuran sedang, warnanya putih.
  • Setelah dierami selama 21 hari, menetas dengan bulu kapas berwarna kuning pucat.

4. Katai Jambul
a. Pejantan:

  • Rata-rata beratnya 1 kg.
  • Bentuk kepala bulat, berukuran kecil, terutama pada bagian atas di tumbuhi bulu kecil-kecil lembut, panjang dan membentuk jambul melengkung kaku, dalam keadaan marah jambul akan berdiri mengem bang (mekrok: Jw).
  • Mata berukuran besar dan berwarna hitam.
  • Paruh kecil melengkung pada ujungnya, kuku dan taji berwarna putih abu-abu.
  • Seluruh bulu kecil-kecil lembut berwarna satu macam, yakni putih hitam atau kuning kemerah-merahan.
  • Jengger berbentuk mawar ukurannya sedang, pial kecil sepasang menggantung di bawah tulang rahang berwarna merah pucat.
  • Cuping telinga berukuran sedang, berwarna pelangi.
  • Kaki-kakinya bersisik halus, jari-jari kaki berwarna hitam abu-abu.
  • Telapak kakinya halus, warnanya kuning pucat.
  • Taji berukuran kecil panjang, melengkung ke atas warnanya kuning pucat.

b. Betina:

  • Bobotnya hanya 0,6 kg.
  • Ukurannya relatif lebih kecil daripada pejantan.
  • Kepala berbentuk bulat, di bagian atas ditumbuhi bulu kecil-kecil; lembut, panjang serta melengkung kaku hingga membentuk jambul.
  • Mata besar berwarna hitam.
  • Paruh kecil melengkung, pada ujungnya berwarna putih abu-abu.
  • Jengger berbentuk wawar kecil berwarna merah pucat.
  • Pial sepasang menggantung di bawah tulang rahang sangat kecil, berwarna merah pucat. Ada juga yang berwarna merah berbintik bintik putih, atau merah tua kecoklat coklatan.
  • Cuping telinga juga kecil berwarna pelangi.
  • Kakinybersisik halus dan jari-jari kaki berwarna hitam keabu-abuan
  • Telapak kaki halus berwarna kuning pucat.
  • Seluruh bulu berwarna semacam, yaitu putih, hitam atau kuning kemerah-merahan, kecil-kecil tebal dan lembut.
  • Bertelur paling banyak 14 butir per periode.
  • Rajin mengeram, bahkan ada yang kuat melakukan tiga kali pengeraman berturut-turut.

c. Telur:

  • Ukuran sedang, berbentuk oval memanjang, warnanya putih jernih.
  • Setelah dierami selama 21 hari akan menetas dengan bulu kapas berwarna kuning bersih.
  • Sangat rawan terhadap perubahan musim, penyakit dan parasit, terutama cacing gelang.

5.  Katai Parsi
Jenis ayam kate ini sebenarnya dari Inggris, merupakan hasil penyilangan antara ayam katai Inggris dengan ayam katai dari lembah sungai Shiny di RRC. Kemungkinan besar masuknya ke Indonesia dibawa oleh para pedagang  antar benua kira-kira pada abad ke-18 yang lalu.

a. Pejantan:

  • Berat rata-rata hanya 700 gram.
  • Kepala membulat dan tertutup oleh bulu yang sangat lebat.
  • Jengger sumpel, berukuran kecil, warnanya merah keungu-unguan.
  • Pial sepasang, berwarna merah darah, berukuran sedang, menggantung di bawah kedua rahang.
  • Cuping telinga kecil berwarna biru berbintik-bintik putih.
  • Paruh kecil dan pendek, berwarna kuning pucat.
  • Matanya berwarna merah tembaga.
  • Seluruh bulu berwarna putih bersih, kecil-kecil, lembut seperti kapas.
  • Bulu hias pada leher warnanya kuning cerah, sedangkan bulu hias pada pinggang berwarna kuning emas.
  • Bulu ekor mengembang (mekrok: Jw) dan pendek.
  • Seluruh kaki dan jari-jari kaki tertutup oleh bulu kecil, lembut, lebat sekali.
  • Pada daerah tumit terdapat bulu-bulu yang tumbuh memanjang, agak
  • kaku dan melengkung ke atas menyerupai sebilah pedang Persia,
  • Taji kecil, panjang dan melengkung, berwarna putih kekuning-kuningan.
  • Kuku kecil, panjang, runcing, berwarna putih tulang.
  • Suara kokoknya kecil dan nyaring sekali.
  • Daya seksualnya cukup tinggi.

b. Betina

  • Bobot rata-rata hanya 600 gram.
  • Bentuk kepala membulat, ditumbuhi bulu-bulu halus yang sangat lebat.
  • Jengger sumpel, kecil sekali, berwarna merah keungu-unguan dan pucat.
  • Pial sepasang, warnanya merah darah, menggantung di bawah rahang.
  • Paruh kecil dan runcing, berwarna putih kekuning-kuningan.
  • Bulu ekor mengembang bagus sekali.
  • Seluruh bulu berwarna putih bersih.
  • Ruas kaki dan jari-jari kaki pendek, tidak kelihatan karena tertutup oleh bulu-bulu kecil yang sangat lebat, sehingga tinggal telapak kaki saja yang tampak, berjaringan halus dan berwarna abu-abu.
  • Kuku-kukunya kecil dan runcing, berwarna putih tulang.
  • Bertelur paling banyak 12 butir per periode dan kebanyakan infertil. Persentase menetas hanya 50% saja.

c. Telur:

  • Warnanya putih opaque, berbentuk membulat, berukuran sedang.
  • Dierami induknya selama 21 hari, menetas dengan bulu kapas berwarna kuning pucat.
  • Kelangsungan hidup hingga dewasa rata-rata hanya berkisar 70% dari telur yang menetas, sangat rawan terhadap cacing gelang dan snot.

Lihat Ciri-ciri dan Jenis Ayam Kate Bagian 2