Malam Minggu-an

Akhir pekan ini, aku dan anak-anak menginap di rumah adikku di Surabaya. Malam Minggu-nya aku bersepeda dari tempat tinggal adik di kawasan elit Ciputra lalu ke Dukuh Kupang hingga ke Dolly~Surabaya, bersama Yohanes Natakusumah~mahasiswaku & 2 keponakan perempuanku yang berusia 11 dan 12 tahun.

surabayaKenapa jalan-jalannya kesini Bude?”, “Kenapa kita gak ke mall aja?”, “Kenapa rumah-rumahnya suara musiknya keras semua?”, “kenapa…bla,bla, la…”(Dan beberapa pertanyaan lainnya sebagai ekspresi ketakterdugaan karena melihat sesuatu yang gak umum bagi mereka & aku jadi tersenyum dengan pertanyaan-pertanyaan mereka). Jawabku atas pertanyaan-pertanyan mereka, “. Orang-orang, lingkungan dan pemandangan yang kamu lihat malam ini adalah sebagian fakta dari negeri kita. Fakta dari yang katanya globalisasi. Kamu dari batita hingga hari ini bersekolah di Sekolah International yang biaya perbulannya lebih mahal dari harga sebuah sepeda motor baru dari merek terlaris di Indonesia dan hanya bergaul dengan teman-teman sekolahmu. Malam ini juga kita akan ‘sekolah’ dan belajar sesuatu, ya. Oke?”

Ini pelajaran malam ini: tentang sebagian fakta-fakta tersembunyi dari globalisasi, dimana sekitar 10% penduduk Indonesia menikmati dan memiliki 90% kekayaan Indonesia, sedangkan sisa 90% penduduk Indonesia harus merebut 10% uang untuk menghidupi keluarganya.

Di sekitar kita, seseorang bahagia dengan nasi dan tempenya. Di sekitar kita, seseorang bahagia dengan menjajakan sex. Di sekitar kita, seseorang bahagia ditengah segala kekurangannya. Semoga kita bisa senantiasa bersyukur, berbagi kebaikan, bertoleransi dan bahagia nantinya, meski dengan alasan sesederhana apapun itu..

————————————————–
*Toleransi tidak sama dengan membiarkan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *