Nyamuk penyebab malaria ternyata jauh lebih tangguh dari pada yang sebelumnya dikira

Dengan bersenjatakan DDT, para petugas kesehatan pernah bermimpi untuk membinasakan malaria, yang merupakan ancaman utama si seluruh Afrika dan di sebagian Asia serta Amerika Latin. Sejak Perang Dunia II, sekiaan program pengawasan telah membebaskan daerah-daerah yang luas di Asia, Amerika Latin, dan kawasan Lautan Tengah dari malaria, akan tetapi penyakit itu kembali melakukan serangan di beberapa daerah yang sudah dibebaskan di atas. Di Afrika sub-Sahara di mana penyakit tersebut belum pernah diberantas, malaria masih tetap membunuh satu juta anak-anak setiap tahun. Beberapa jenis obat diabetes melitus tipe 2 nyamuk sekarang sudah kebal terhadap DDT dan pestisida-pestisida murah lainnya, dan harapan akan suatu planit yang bebas malaria telah dipeti-seskan secara diam-diam.

nyamukDi antara penyakit-penyakit parasiter yang harus dihadapi oleh penduduk di negara-negara miskin, malarialah yang paling berbahaya karena beratnya penderita yang ditimbulkannya. Dua penyakit parasiter yang tak begitu dikenal lainnya schistosomiasis dan filariasisi – menyaingi malaria dalam hal banyaknya jumlah orang yang diserangnya; tak beda dengan malaria, keduanya masing-masing menyerang 200 juta penduduk, yakni sebanyak penduduk yang berdiam di Amerika Serikat. Jumlah orang yang diserang atau ditewaskan oleh schistosomiasis dan filariasis bertumbuh secara tetap akibat kesembronoan dan kelalaian manusia.

Parasit schistosomiasis berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kotoran manusia dan siput air, dan bendungan besar-besaran serta saluran-saluran irigasi yang ada sekarang yang tidak disertai dengan sistem selokan yang baik bahkan menyediakan lebih banyak pemukiman bagi parasit itu. Sama halnya, suatu jenis filariasis yang ditularkan oleh nyamuk sedang berjangkit di tengah-tengah rumah gubuk (slums) di kotabesar negara-negara miskin. Di sana, jenis-jenis nyamuk yang berbahaya tumbuh bagai jamur dalam selokan-selokan terbuka yang mampet dan di kolam-kolam tempat air buangan yang sudah cemar.

Malaria, schistosomiasis, filariasi dan liga penyakit tropis lainnya (trypanosomiasis, lepra, dan leishmaniasis) merupakan sasaran dari suatu program penelitian dan pencegahan internasional yang baru dan besar. Dan yang demikianlah seharusnya. Suatu peningkatan yang eksplosif di bidang ilmu pengetahuan biomedis dasar semenjak Perang Dunia II telah merevolusikan banyak aspek perawatan kedokteran di negaranegara industri, Organisasi Kesehatan Sedunia, “kemajuankemajuan tersebut hingga kini boleh dikata belum diterapkan ke atab berbagai masalah penyakit tropis,” untuk mana “metodametode pengawasan dan pengobatan boleh dikata tak berubah selama tigapuluh tahun terakhir.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *