PERCOBAAN-PERCOBAAN PADA PENGURAIAN

Reduksi ikatan-ikatan disulfida pada IgG atau fragmen Fab-nya dan diikuti dengan pemberian guanidin dalam konsentrasi tinggi secara efektif merusak setiap struktur sekunder yang teratur. Tetapi dengan memisahkan guanidin dari molekul-molekul yang terurai dengan cara dialisa dan reoksidasi, akan memulihkan aktivitas pengikat antigen khusus dalam jumlah yang bermakna. Hal ini tidak sesuai dengan pandangan instruktif (yang memerlukan adanya antigen untuk pembentukan antibodi yang khusus) dan menunjukkan’bahwa keterangan yang terdapat pada urutan asam amino primer adalah cukup untuk membentuk struktur . tersier yang tepar melalui penyusunan ulang yang spontan. Suatu hasil yang analog telah pula diperoleh dengan ribonukleasa; setelah penguraian, molekul dapat memperoleh kembali secara spontan aktivitas enzimnya.

URUTAN ASAM AMINO ANTIBODI

aminoAcidStrucAntibodi-antibodi murni menunjukkan perbedaan dalam urutan asam amino. Seperti yang telah disebutkan sebelum ini, protein mieloma yang mewakili molekul-molekul imunoglobulin tersendiri menunjukkan variabilitas yang besar dalam urutan bagian N-akhir dari rantai-rantai ringan dan berat. Sesungguhnya dari sekian banyak rantai ringan mieloma manusia yang telah diperiksa susunannya, belum ada yang memiliki struktur yang identik. Perbedaanperbedaan dalam urutan asam amino ini menunjukkan perbedaan dalam urutan nukleotida ADN dan sangat melibatkan kontrol genetik dalam penentuan kekhususan.

PENELITIAN GENETIKA

Sifat respons imun terhadap antigen-antigen tertentu memang ada hubungan dengan susunan genetika, bukan saja dalam hubtirgan dengan gen yang terikat KHU yang mengatur sintesa molek”ulmolekul molekul Ai yang yang antigen-spesifik dalam hal pengaturan respons antibodi oleh sel-T tetapi terutama dengan gen yang ada hubungan dengan alotipe-Ig, yang menandai klon-klon antibodi tertentu danĀ  idiotipe-idiotipe yang akan memberikan bukti kuat bagi pandangan bahwa kemampuan membentuk antiboditertentu diwariskan melalui pemilikan gen daerah-V lg (hal. 94).

Model Seleksi Klonal

Bukti-bukti jelas menguntungkan suatu teori genetik dan haruslah sekarang dicari cara untuk menyatakannya dalam istilah selular Seleksi klonal, seba$an besar berdasarkan pemikiran yang dikemukakan oleh Burnet, pada umumnya dianggap sebagai suatu contoh yang dapat diterirna dari sintesa antibodi. Telah dibayangkan bahwa tiap limfosit memiliki keterangan genetik yang diperlukan untuk membentuk saruan antibodi terrentu dan molekul-molekul antibodi tersebut disusun pada selaput permukaan-sel sebagai reseptor-reseptor.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *