Ayam Pheasant

Jenis Ayam Ringneck Pheasant (Ayam Berkalung) – Merupakan salah satu kekayaan alam Vietnam, berkembang biak daerah hutan tropis yang dekat dengan pemukimam penduduk. Jumlahnya kian menyusut sejalan dengan situasi 25 tahun terakhir ini hingga tidak memungkinkan untuk berkembang biak dengan sempurna.

Ciri-ciri Ayam Pheasant (Ayam Berkalung),
a. Pejantan:

  • Berat rata-rata 3 kg.
  • Bentuk kepala bulat dan besar.
  • Paruh pendek, besar, berwarna kuning gading.
  • Mata besar berwarna kuning.
  • Wajah bertopeng warna merah merona.
  • Pial kecil, warnanya merah merona juga.
  • Bulu kepala kecil-kecil lembut, berwarna hitam kebiru-biruan.
  • Bulu hias pada leher kecil-kecil, pendek, berwarna biru menyala.
  • Di bagian leher terdapat bulu berwarna putih, melingkari leher bagaikan sebuah kalung.
  • Bulu hias pada punggung Ayam Pheasant berwarna coklat bergaris-garis hitam dan setiap ujung bulu berkontur kuning.
  • Bulu dada, badan sebelah bawah, paha dan pinggang berwarna coklat tembaga, pada setiap ujung bulu berkontur tebal warna hitam.
  • Pada bagian paha pertumbuhan bulu sangat lebat hingga memberi kesan gemuk pendek.
  • Sayap pendek, menempel ketat pada badan, berbendera bulu warna putih pada pangkal sayap dan semakin keujung berubah menja kuning, coklat lalu abu-abu.
  • Ekor panjang, kaku, lurus, warna coklat keabu-abuan dan bergaris garis melintang warna hitam dari pangkal keujung bulu ekor.
  • Kaki besar dan pendek, di bagian belakang bersisik kecil teratur rapat sedang di bagian depan sisiknya besar-besar, kasar dan bersudut, berwarna abu-abu.
  • Jari-jari kaki panjang, besar, sisiknya besar-besar, berwarna abu-ab gelap.
  • Telapak kaki berjaringan halus, warna abu-abu.
  • Kuku besar, runcing, melengkung, berwarna abu-abu bergaris hitam di tengahnya.
  • Taji kecil, pendek dan runcing sekali, warna hitam kusam.

b. Betina:

  • Bobot betina Ayam Pheasant rata-rata 2,5 kg.
  • Bentuk kepala membulat.
  • Mata berwarna kuning.
  • Paruh pendek, besar, warnanya abu-abu dan berujung kuning pucat.
  • Bulu pada wajah dan dagu berwarna putih.
  • Bulu kepala kuning pucat berbintik-bintik coklat.
  • Bulu dada dan badan sebelah bawah berwarna putih kecoklat-coklatan.
  • Bulu punggung, pinggang dan sayap berwarna putih kecoklat-coklatan dengan setiap ujung bulu berkontur merata warna coklat.
  • Sayap pendek, kaku, menempel ketat pada badan.
  • Ekor panjang dan lurus hingga terseret di tanah, bertangkai bulu kaku dan keras, daun bulu di bagian pangkal berwarna kuning pucat, mulai pertengahan hingga ke ujung bulu berwarna coklat bergaris-garis hitam arah melintang.
  • Kaki kecil, pendek, bulat, bersisik kecil-kecil teratur rapat, warna abu-abu.
  • Jari-jari kaki besar dan panjang, warna abu-abu gelap.
  • Telapak kaki berjaringan halus, warna abu-abu pucat.
  • Kuku besar, runcing, melengkung, warna putih tulang.
  • Bertelur paling banyak hanya 12 butir per periode.

c. Telur:

  • Bentuk telur Ayam Pheasant oval, berukuran besar, warna coklat muda.
  • Setelah dierami induknya selama 21 hari, akan menetas dengan bulu
  • kapas warna kuning belang coklat.

Kunjungi juga Ciri-ciri dan Jenis Ayam Kate (Ayam Katai)

Posted in Peternakan | Leave a comment

ayam kate sutera

1. Ayam Katai Sutera
Pada mulanya dikembangbiakan oleh para petemak di Inggris untuk iayani konsumen penggemar ayam hias di Eropa.

a. Pejantan:

  • Bobot rata-rata hanya 800 gram.
  • Bentuk kepalanya oval membulat ke atas dan ditumbuhi bulu halus yang sangat lebat.
  • Paruhnya kecil, pendek dan lebar, berwarna kuning jerami.
  • Matanya berwarna merah, melotot, tersembunyi di antara bulu-bulu kepala.
  • Jengger sumpel, berwarna merah segar, berukuran kecil.
  • Pial sepasang, kecil, berwarna putih belang ungu.
  • Seluruh bulu berwarna putih bersih, kecil-kecil dan lembut bagai sutera.
  • Bulu ekor mencuat ke atas dan bentuknya mengembang.
  • Ruas kakinya pendek, tertutup bulu-bulu halus yang sangat lebat.
  • Jari-jari kaki tidak kelihatan, berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Kuku-kukunya kecil, melengkung, berwarna putih tulang.
  • Telapak kakinya halus, berwarna putih keabu-abuan.
  • Tajinya kecil, pendek, berwarna putih tanduk.
  • Suara kokoknya agak besar dan pendek.
  • Day a seksualnya termasuk rendah.

b. Betina:

  • Jengger sumpel, berwarna merah segar, berukuran kecil.
  • Pial sepasang, kecil, menggantung di bawah rahang, berwarna merah segar.
  • Cuping telinga kecil, berwarna merah kecoklat-coklatan.
  • Mata kelihatan melotot, berwarna merah. Paruh berwarna kuning jerami, kecil, pendek, lebar.
  • Berat kira-kira hanya 650 gram.
  • Bentuk kepala oval, membulat ke atas, penuh bulu halus.
  • Seluruh bulu berwarna putih bersih, kecil dan lembut.
  • Bulu ekor mengembang, mencuat ke atas.
  • Ruas kaki sangat pendek, penuh ditumbuhi bulu halus.
  • Jari-jari kaki beruas-ruas pendek, warnanya abu-abu kehitam-hitam¬an tertutup oleh bulu kecil-kecil lembut dan lebat.
  • Telapak kakinya halus, berwarna abu-abu muda.
  • Kuku-kukunya kecil, runcing dan agak melengkung, berwarna putih tulang.
  • Mampu bertelur sampai 14 butir per periode, namum kebanyakan tak terbuahi dengan sempurna, sehingga yang menetas hanya separuhnya saja.

c. Telur:

  • Berbentuk oval memanjang, warnanya putih jernih.
  • Setelah dierami selama 21 hari akan menetas, berbulu kapas warna putih kekuning-kuningan.
  • Anakan sangat peka terhadap perubahan cuaca yang mendadak

2. Katai Cemani
a. Pejantan:

  • Berat kira-kira hanya 650 gram.
  • Kepala berbentuk oval membulat.
  • Jengger bilah, berukuran kecil, berwarna hitam kusam bergerigi 5 buah kecil-kecil.
  • Pial sepasang, menggantung di bawah rahang, warnanya hitam kusam.
  • Cuping telinga berwarna hitam kusam berbintik-bintik merah.
  • Paruh kecil, pendek, berwarna hitam kusam dengan ujung abu-abu mengkilap.
  • Mata agak melotot, berwarna hitam berbinar-binar.
  • Lidah, langit-langit dan tenggorokannya berwarna hitam keabu-abuan.
  • Kulitnya berjaringan halus dan dagingnya berwarna hitam.
  • Kloakanya berwarna hitam pekat agak basah.
  • Tulangnya hitam mengkilap.
  • Darahnya pun berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Ruas kaki dan jari-jari kaki pendek, dengan sisik-sisik kecil teratur rapat, berwarna hitam mengkilap.
  • Kuku kecil, panjang ujung melengkung berwarna hitam mengkilap.
  • Telapak kaki berjaringan halus, berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Tajinya kecil, panjang berwarna hitam kusam.
  • Kokoknya keras dan meninggi di ujung suara.
  • Daya seksualnya termasuk tinggi.

b. Betina:

  • Paling berat hanya 525 gram.
  • Bulu di bagian kepala mengembang, demikian pun bulu di bagian badan sebelah bawah.
  • Seluruh bulu berwarna hitam kusam.
  • Bulu sayap pendek, menempel ketat pada badan.
  • Bulu ekor mengembang.
  • Ciri-ciri lain sama dengan pejantan, hanya saja bentuknya lebih kecil dan lebih pendek.
  • Bertelur paling banyak 10 butir per periode, dengan kemungkinan menetas kira-kira 60%.
  • Induknya rajin mengeram dan sangat sayang terhadap anak-anaknya.

c. Telur:

  • Berukuran kecil, bentuknya oval memanjang, berwarna putih opaque.
  • Setelah 21 hari dierami induknya, akan menetas dengan bulu kapas berwarna abu-abu berbelang-belang hitam.

3. Ayam Katai Nanking
a. Pejantan:

  • Bobot rata-rata 1 kg.
  • Kepala berukuran sedang, bentuknya membulat.
  • Jengger mawar, berwarna merah.
  • Mata berwarna merah.
  • Paruh kecil dan pendek, melengkung pada ujungnya, berwarna kuning jerami.
  • Pial sepasang, besar, menggantung di kedua rahangnya berwarna merah. 9 Cuping teling besar, warnanya merah.
  • Bulu hias pada leher kecil, runcing, lebat, berwarna kuning ke-emasan.
  • Bulu hias pada punggung berwarna kuning keemasan dan setiap ujungnya berwarna putih.
  • Bulu hias pada pinggang besar-besar, panjang, warnanya kuning keemasan bergaris-garis merah darah dan setiap ujung bulu berwarna putih.
  • Bulu dada, badan sebelah bawah dan paha berwarna putih belang-belang coklat.
  • Sayap menggantung, warna abu-abu kecoklat-coklatan, pada pangkal sayap bulu penutupnya berwarna kuning bergaris-garis coklat dan ujung sayap warnanya putih.
  • Bulu ekor besar-besar, mengembang keatas, warnanya hitam meng-kilap dan setiap ujung bulu berwarna putih.
  • Yang istimewa adalah kaki dan jari-jari kakinya tertutup oleh bulu lembut seperti pada paha, bahkan pada daerah tumit bulunya tumbuh kaku dan berdaun lebar, berwarna putih berbintik-bintik coklat dan abu-abu seperti di pangkal sayap hingga jari-jari kaki tidak nampak dan untuk berjalan pun kelihatan sulit.
  • Telapak kaki berjaringan halus berwarna abu-abu pucat.
  • Kuku kecil, panjang, melengkung dan runcing, warnanya putih tulang.
  • Taji kecil, panjang, melengkung kedalam dan berujung tumpul, ber-warna putih tanduk.
  • Suara kokoknya tidak keras dan berinterval panjang.

b. Betina:

  • Bobot rata-rata 0,8 kg.
  • Kepala berukuran sedang, bentuknya bulat.
  • Paruh kecil, pendek, agak melengkung, warnanya kuning jerami.
  • Mata kuning kemerah-merahan.
  • Jengger mawar, kecil, berwarna merah pucat.
  • Pial sepasang, kecil, warnanya merah.
  • Cuping telinga kecil, warna putih berbintik-bintik merah.
  • Seluruh bulu berwarna satu macam, yakni hitam, hitam belang-belang putih, coklat belang-belang putih atau putih belang-belang hitam.
  • Sayap menggantung.
  • Bulu ekor menyempit pada ujugnya.
  • Kaki ditumbuhi bulu seperti di paha.
  • Jari-jari kaki tertutup bulu kecil-kecil dan lembut.
  • Telapak kaki berjaringan halus, warna abu-abu pucat.
  • Kuku kecil, panjang, melengkung dan runcing, warna putih tulang.
  • Bertelur paling banyak hanya 8 butir perperiode.

c. Telur:

  • Berukuran kecil, bentuknya oval, warna putih.
  • Setelah 21 hari dierami induknya, akan menetas dengan bulu kapas warna kuning pucat belang-belang coklat.

4. Ayam Katai Cochin
a. Pejantan:

  • Berat rata-rata 1,2 kg.
  • Kepala berbentuk oval, berukuran sedang.
  • Mata berwarna kuning.
  • Paruh kecil dan pendek, warna kuning jerami.
  • Keistimewaannya terletak pada jengger yang berwarna merah segar, berbentuk mawar sangat besar, menutup paruhnya hingga kepala sulit untuk tengadah (kalau dalam wayang kulit dinamakan buto terong).
  • Pial sepasang, besar, menggantung di bawah rahang, warna merah.
  • Cuping telinga besar berwarna putih berbintik-bintik kuning cerah.
  • Bulu hias pada leher kecil-kecil, panjang hingga menutup punggung dan pangkal sayap, warna putih bersih.
  • Bulu hias pada pinggang besar-besar, panjang, menjurai hingga ke-lututnya, berwarna putih bergaris-garis coklat kehitaman-hitaman.
  • Bulu dada dan badan sebelah bawah berwarna hitam.
  • Sayap menggantung, warnanya hitam mengkilap.
  • Bulu ekor pokok melengkung keatas dengan warna hitam mengkilap.
  • Kaki besar, pendek dengan sisik besar, berwarna kuning jerami.
  • Jari-jari kaki pendek, kokoh untuk mencengkeram dahan, warna kuning jerami.
  • Kuku kecil, panjang dan runcing, warna putih tulang.
  • Telapak kaki berwarna kuning pucat.
  • Taji kecil, pendek dan lurus, warnanya putih tanduk.
  • Jarang sekali berkokok dan suaranya tidak keras.

b. Betina:

  • Berat rata-rata hanya 0,8 kg.
  • Bentuk kepala bulat, berukuran sedang.
  • Mata berwarna kuning.
  • Paruh kecil dan pendek, warna kuning jerami.
  • Jengger sumpel, kecil, berwarna merah kekuning-kuningan.
  • Pial sepasang, kecil, warna merah segar.
  • Cuping telinga kecil warna kuning berbintik-bintik putih.
  • Seluruh bulu berwarna coklat berbintik-bintik kuning, kuning tem-baga bergaris-garis coklat tua atau putih.
  • Sayap menggantung.
  • Bulu ekor menyempit pada ujungnya.
  • Kaki kecil, pendek, bersisik besar teratur, warna kuning jerami.
  • Jari-jari kaki pendek, bersisik warna kuning jerami.
  • Telapak kaki berjaringan halus, warna kuning pucat.
  • Kuku kecil, panjang, melengkung ujungnya, runcing, warna putih.
  • Bertelur rata-rata 10 butir perperiode.
  • Daya eramnya baik dan sangat sayang pada anak-anaknya.

c. Telur:

  • Bentuknya oval, berukuran kecil, warna putih opaque.
  • Setelah dierami induknya selama 21 hari, akan menetas dengan bulu
  • kapas warna kuning pucat belang-belang coklat.

5. Ayam Katai Kapas India
a. Pejantan:

  • Bobot rata-rata 1.4 kg.
  • Kepala berukuran besar, bentuknya bulat.
  • Mata berwarna hitam.
  • Jengger mawar, besar, berwarna merah darah.
  • Pial sepasang, besar, menggantung di bawah rahang, berwarna me¬rah darah.
  • Cuping telinga besar, warnanya merah darah juga.
  • Paruh besar, pendek, warna putih tulang.
  • Bulu seluruhnya berwarna putih bersih, hitam kusam, atau coklat tembaga, kecil-kecil dan lembut bagaikan kapas.
  • Bulu ekor pokok melengkung keatas dan pendek.
  • Sayap menggantung hingga menutupi paha.
  • Kaki dan jari-jari kaki berwarna abu-abu gelap tertutup oleh bulu kecil-kecil, lembut dan sangat lebat hingga menyapu tanah.
  • Kuku kecil, panjang, melengkung ujungnya, runcing, berwarna putih tulang.
  • Telapak kaki berjaringan halus, warna abu-abu pucat.
  • Taji besar, panjang, melengkung keatas dan sangat runcing, war-nanya putih tanduk.
  • Berkokok sangat keras dengan interval panjang.

b. Betina:

  • Berat rata-rata 0,8 kg.
  • Kepala berbentuk bulat. berukuran sedang.
  • Mata berwarna hitam.
  • Jengger sumpel, kecil, warna merah kehitam-hitaman.
  • Pial sepasang, kecil sekali, warna ungu tua.
  • Cuping telinga kecil, warna ungu kehitam-hitaman.
  • Paruh kecil, pendek, warna putih tanduk.
  • Seluruh bulu kecil-kecil lembut bagaikan kapas, berwarna putih bersih, kuning tembaga, atau hitam kusam.
  • Kaki dan jari-jari kaki berwarna abu-abu gelap dan tak kelihatan karena tertutup oleh bulu-bulu lebat hingga menyapu tanah.
  • Telapak kaki berjaringan halus, warna abu-abu pucat.
  • Kuku kecil, panjang, melengkung dan runcing, berwarna putih tanduk.
  • Bertelur paling banyak 12 butir perperiode.
  • Rajin mengeram dan sangat sayang pada anak-anaknya.

c. Telur:

  • Bentuk oval, berukuran sedang, warna putih opaque.
  • Dierami induk selama 21 hari, menetas dengan bulu kapas warna kuning pucat atau abu-abu pucat.

 

Posted in Peternakan | Leave a comment

Silver Sebricht Bantams

1. Katai Batik Itali (Silver Sebright Bantams)
Jenis asli ayam katai ini sebenarnya berasal dari Inggris, kemudian cepat sekali menyebar luas ke seluruh benua, karena memang mempunyai karakter warna spesifik yang tidak dimiliki oleh jenis ayam katai manapun di dunia ini. pang yang cantik, manis, lucu, dengan penampilan berkesan bersih dan alur, langsung memikat para penggemar jenis ayam hias di seluruh dunia, dan ditambah lagi dengan daya adaptasinya pada lingkungan baru yang baik.

Jenis ini merupakan hasil upaya Sir John Sebright. Dengan tekun dan penuh keyakinan bahwa akan mendapatkan hasil yang gemilang, ia menggunakan percobaan kawin silang terhadap berbagai jenis ayam katai. Sebagai hgrasi pertama ia mengawinkan ayam katai betina lokal (Inggris) dengan jantan gallus patavinus dan pejantan lokal dengan betina gallus patavinus.

Lahirlah generasi kedua, yang kemudian saling dikawinsilangkan lagi, sehingga lahir generasi ketiga yang merupakan bibit pilihan. Generasi ketiga dikawinsilangkan dengan bibit ayam katai Hamburger dari Belanda. Akhirnya generasi keempat dikawinsilangkan dengan ayam bantam hitam. maka lahirlah karya cipta yang pertama, yakni ayam katai jenis baru dengan bulu dasar berwarna perak berkontur hitam, dipatenkan dengan nama Silver Sebright Bantams.

       Beberapa waktu kemudian muncul karya cipta yang kedua, yakni ayam katai berbulu dasar warna kuning segar berkontur hitam. yang kemudian disebut Citron Sebricht bantams.

       Demikian terkenalnya karya-karya Sir John Sebricht, sehingga setiap mengikuti kontes ayam hias di Eropa, selalu ayam Sebricht bantams memenangkannya.

       Namun para penggemar ayam hias di Indonesia lebih mengenal ayam katai jenis baru tersebut dengan sebutan ayam katai batik Itali. Mungkin dahul diimport melalui negara tersebut.

a.Pejantan:

  • Bobot pejantan yang baik sekitar 650 gram.
  • Seluruh bulu berwarna dasar perak untuk generasi pertama, sedangka generasi kedua berbulu warna dasar kuning segar.
  • Pada setiap ujung bulu mulai dari kepaia hingga ujung ekor berkontur hitam, teratur rapi seolah olah digambar atau dibatik satu per satu.
  • Ayam yang berbulu dasar warna perak, bulu pada badan bagian bawah dan paha lebih banyak unsur hitamnya.
  • Ayam yang berbulu dasar warna kuning segar, bulu pada bagian sebelah bawah dan paha lebih banyak unsur warna kuning mudanya.
  • Paruh, kuku dan taji berwarna putih abu-abu.
  • Jengger besar berbentuk mawar dengan gerigi besar-besar dan pial sepasang juga besar menggantung di bawah kedua tulang rahangnya, berwarna merah darah.
  • Cuping telinga berukuran kecil, warnanya putih berbercak-bercak merah pucat.
  • Kaki dan jari-jari kaki berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Telapak kaki berwarna abu-abu kekuning-kuningan.
  • Bulu ekor mengembang, lurus mencuat ke atas, bagus sekali.
  • Taji berbonggol besar, berujung runcing, warnanya abu-abu kehitam-hitaman.
  • Kuku kecil, pendek, melengkung, berwarna putih tanduk.
  • Tidak suka berkelahi, kalem dan tidak takut didekati anak-anak sekalipun.

b. Betina:

  • Berat rata-rata hanya 500 gram.
  • Jengger berbentuk mawar kecil, bergerigi kecil-kecil dan berwarna merah darah keunguan.
  • Pial sepasang, kecil, warnanya merah darah.
  • Cuping telinga kecil sekali, berwarna abu-abu keputih-putihan dan berbintik-bintik merah darah.
  • Paruh kecil, pendek, agak lebar, melengkung pada ujungnya, berwarna putih keabu-abuan.
  • Kuku kecil, panjang, runcing berwarna putih tulang.
  • Kaki bersisik halus dan jari-jari kaki warnanya abu-abu kehitam-hitaman.
  • Telapak kaki halus, berwarna abu-abu kekuning-kuningan.
  • Bulu ekor menyempit pada ujungnya, helaiannya lurus.
  • Ayam yang berbulu dasar warna perak, pada bagian badan sebelah bawah serta bulu pada paha berwarna perak kehitam-hitaman. Ayam yang berbulu dasar warna kuning segar, bulu badan sebelah bawah dan pada paha berwarna kuning muda.
  • Seluruh bulu baik yang berwarna dasar perak maupun yang berbulu dasar kuning segar, mempunyai kontur hitam pada setiap ujung bulunya, teratur rapi seperti dibatik halus.
  • Bertelur paling banyak 16 butir per periode dengan persentase menetas hanya 60%.
  • Induk betina mempunyai sif at tidak suka mengerami telumya sendiri.

c. Telur

  • Berukuran kecil warnanya putih opaque, bentuknya bulat ke oval.
  • Dieramkan pada mesin.tetas selama 21 hari. dan menetas de menetas bulu kapas berwarna abu-abu keputih-putihan untuk yang berwana dasar perak, dan berbulu kapas kuning untuk yang berbulu wa dasar kuning pucat.
  • Sejak menetas antara anakan jantan dan betina mudah dibedaln dari bentuk jenggemya.

2. Katai Peking
a. Pejantan:

  • Berat badan berkisar 800 gram.
  • Kepala agak besar dengan bentuk membulat.
  • Jengger tunggal, besar, tak bergerigi, wamanya merah segar dan lemas (kepleh: Jw) hingga menutup sebagian mata dan paruhnya.
  • Pial sepasang berukuran besar, berwarna merah segar, menggantung di bawah rahang.
  • Sedang cuping telinganya kecil, berwarna merah segar.
  • Paruh kecil, pendek dan lebar, wamanya putih tanduk.
  • Mata berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Seluruh bulu berwarna putih, kecil-kecil, panjang dan sangat lembut seperti kapas menggumpal.
  • Ada juga yang berbulu warna kuning pucat dengan bulu hias pada pinggang dan bulu ekor pokok berwarna kuning keemas-emasan, pendek dan sedikit melengkung ujungnya.
  • Seluruh kaki dan jari-jari kaki tertutup oleh bulu sangat lebat hingga menyapu tanah.
  • Jadi, yang kelihatan hanyalah ujung kuku berwarna putih tulang, dan
  • telapak kaki berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Tajinya berwarna putih tanduk, kecil, panjang, melengkung.
  • Pembawaan tenang dan tidak banyak terpengaruh situasi di sekeliling. Dapat hidup akur dengan beberapa pejantan dalam satu kandang
  • Daya seksualnya agak rendah.

b. Betina:

  • Berat rata-rata hanya 600 gram.
  • Kepala berbentuk oval membulat.
  • Jengger kecil dan lemas, warnanya merah agak pucat.
  • Pial sepasang, berwarna merah segar, berukuran sedang, menggantung di bawah rahang.
  • Cuping telinga kecil, warnanya biru muda berbintik-bintik putih.
  • Paruh kecil, pendek dan lebar, berwarna putih tanduk.
  • Mata berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Seluruh bulu berwarna putih atau kuning pucat, kecil-kecil lembut, panjang dan menggumpal (gembel: Jw).
  • Kaki dan jari-jari kaki tidak kelihatan, karena tertutup oleh bulu yang sangat lebat.
  • Kuku-kukunya berwarna putih tanduk, kecil dan runcing.
  • Hanya telapak kaki yang halus, berwarna abu-abu kehitam-hitaman saja yang tampak.
  • Bertelur cukup banyak, sekitar 16 butir per periode, tetapi banyak yang tak terbuahi, sehingga persentase menetas rata-rata hanya 50%-nya saja.
  • Induknya rajin mengeram dan kelihatan sangat sayang terhadap anak-anaknya.

c. Telur:

  • Berukuran sedang, berbentuk oval membulat, warnanya putih segar.
  • Setelah dierami induknya selama 21 hari akan menetas dengan bulu kapas berwarna putih bersih atau kadang-kadang kuning cerah.

3. Katai Batik Kanada (Gold sebright bantams)
Gold sebricht bantams
Jenis ayam ini aslinya juga berasal dari Inggris. Ternyata Sir Johi Sebricht belum puas atas dua karya cipta terdahulu. Melalui uji penyilangal penyilangannya yang tak mengenal putus asa, lahirlah karya cipta ketiga yakin ayam katai berbulu dasar wama merah keemasan berkontur hitam. Jenis ll kemudian dipatenkan dengan nama Gold Sebricht bantams. Ayam Katai Batik Kanada betina (Gold sebricht bantams).

Tetapi para penggemar di Indonesia lebih suka menyebut dengan narri ayam katai batik Kanada. Di samping lebih mudah melafalkannya, mungkin juga dahulu bibitnya didatangkan dari Kanada.

a. Pejantan:

  • Berat ideal pejantan yang baik berkisar 625 gram.
  • Jengger bilah, berukuran besar bergerigi besar-besar wamanya merah darah.
  • Pial sepasang, besar, menggantung di bawah rahang berwarna merah darah.
  • Cuping telinga berukuran sedang, berwarna merah segar.
  • Paruh kecil, pendek, meruncing, wamanya putih tulang.
  • Mata melotot, besar, berwarna kuning kemerah-merahan.
  • Taji mencuat tumpul, melengkung ke atas berwarna putih tulang.
  • Kaki dan jari-jari kaki berwarna merah saga pucat.
  • Telapak kaki halus, wamanya putih kemerah-merahan.
  • Seluruh bulu berlatar belakang merah keemas-emasan, pada setiap ujung bulu berkontur warna hitam, rapi, teratur seperti digambar.
  • Pada pangkal paha dan badan sebelah bawah lebih banyak warna hitamnya.
  • Bulu ekor mengembang, lurus mencuat ke arah atas melengkung ke depan hingga menyentuh jengger.
  • Tidak suka berkelahi walau bercampur dengan macam-macam pajantan katai, kalem dan tidak takut di kerumuni orang banyak.

b. Betina:

  • Bobot rata-rata hanya 525 gram.
  • Warna dasar seluruh bulu merah keemas-emasan.
  • Pada setiap ujungnya berkontur warna hitam, teratur rapi bagai dilukis.
  • Bulu pada badan sebelah bawah, bulu paha lebih banyak unsur hitamnya.
  • Jengger bilah, kecil, bergerigi kecil dan berwarna merah darah.
  • Pial sepasang, berukuran kecil wamanya merah segar.
  • Cuping telinga berukuran sedang, berwarna putih berbercak-bercak merah pucat.
  • Kaki dan jari-jari kakinya berwarna merah saga pucat.
  • Telapak kakinya halus, berwarna putih kemerah-merahan.
  • Paruh kecil, pendek, runcing, wamanya putih tulang berujung keku-ning-kuningan..
  • Bulu ekor menyempit pada ujungnya.
  • Bertelur paling banyak 16 butir per periode, dengan persentase menetas 80% saja.
  • Induk betina tidak suka mengerami telurnya sendiri.

c. Telur

  • Wamanya putih opaque, berbentuk oval membulat.
  • Dieramkan pada mesin tetas selama 21 hari, menetas dengan bulu kapas berwama kuning bergaris kecoklat-coklatan; sangat rawan terhadap parasit terutama cacing gelang

4. Katai Mas
a. Pejantan:

  • Paling tinggi hanya 23 cm dengan berat rata-rata 1 kg.
  • Hampir seluruh bulu berwama merah keemas-emasan. Bulu hias pada pangkal leher, punggung dan sayap berwama merah darah dan kuning segar.
  • Pada bagian dada, badan sebelah bawah, paha, pangkal sayap dihiasi sedikit warna hitam.
  • Bulu ekor mengembang. Bulu ekor pokok melengkung ke atas, membalik ke depan hingga menyentuh jengger.
  • Bulu sayap panjang, letaknya agak menggantung, hingga ujungnya sering terseret di tanah.
  • Ruas kaki dan jari-jari kakinya pendek sekali, bersisik besar-besar wamanya kuning tua.
  • Kuku-kukunya runcing, melengkung, berwama putih tulang.
  • Tajinya mencuat, besar, melengkung ke atas, wamanya putih tulang kekuning-kuningan.
  • Telapak kakinya halus, berwana kuning pucat.
  • Paruhnya pendek, berwama putih tulang.
  • Matanya berwama merah segar.
  • Jenggernya besar, tipis, bergerigi besar-besar, pial besar sepasang menggantung dan cuping telinga juga besar berwama merah darah.
  • Rajin sekali berkokok dengan suara lantang, bila berjalan bergoyang ke kiri-kanan, lucu.

b. Betina:

  • Berat rata-rata hanya 0,8 kg.
  • Jengger kecil, tipis, bergerigi kecil-kecil, berwama merah darah.
  • Pial sepasang menggantung, pendek, ujungnya berbintik, berwama merah segar.
  • Cuping telinga juga kecil, berwama merah darah.
  • Paruh pendek, sedikit melengkung, pada ujungnya berwama putih tulang.
  • Mata berwama merah.
  • Kakinya bersisik halus, berwama kuning tua, ruas kakinya pendek.
  • Jari-jari kaki dan telapak kakinya walaupun kecil kelihatan kokoh, sisiknya besar-besar berwama kuning.
  • Kuku-kukunya kecil runcing, melengkung, wamanya putih.
  • Bertelur paling banyak hanya 10 butir. Induk betina rajin mengeram, namun persentase menetas hanya 90%.

c. Telur:

  • Berbentuk oval, kecil dan berwama putih opaque.
  • Dierami selama 21 hari, menetas dengan bulu kapas berwama kuning segar.
  • Anakan sangat rawan terhadap serangan cacing gelang.

5. Katai Yokohama
a. Pejantan:

  • Berat rata-rata hanya 625 gram,
  • Jengger tunggal, berukuran besar, berbentuk bilah, gerigi besar-besar, berwama merah darah.
  • Pial sepasang, besar, menggantung di kedua rahangnya, berwama merah darah.
  • Cuping telinga juga berwama merah darah.
  • Mata melotot, berwama merah kekuning-kuningan.
  • Paruh berwama putih tulang, berbentuk kecil agak melengkung.
  • Ruas kaki pendek, dengan sisik-sisik besar berwama abu-abu tua.
  • Jari-jari kaki pendek, wamanya abu-abu kekuning-kuningan.
  • Telapak kaki halus, berwama abu-abu keputih-putihan.
  • Tajinya kecil, panjang dan melengkung berujung tumpul, wamanya putih tanduk.
  • Bulu hias pada leher kecil-kecil, panjang dan runcing berwama kuning kemerah-merahan.
  • Bulu hias pada punggung dan pinggang wamanya kuning.
  • Bulu ekor pokok panjang melengkung keatas hingga menyentuh jengger berwarna hitam mengkilap, kadangkala berwarna putih bersih.

b. Betina:

  • Berat rata-rata 500 gram.
  • Kepala kecil, bentuknya membulat.
  • Jengger berwarna merah darah, berukuran sedang, bergerigi kecil-kecil dan tipis.
  • Pial sepasang, menggantung di bawah rahang, ukurannya sedang dan berwarna merah darah.
  • Cuping telinganya kecil, wamanya putih berbercak-bercak merah agak ungu.
  • Seluruh bulu berwarna hitam kusam dan agak mengembang.
  • Ruas kaki pendek sekali dengan sisik yang besar, berwarna abu-abu tua. Demikian pula jari-jari kakinya.
  • Telapak kakinya halus, berwarna abu-abu keputih-putihan.
  • Bertelur paling banyak hanya 10 butir per-periode.
  • Rajin sekali mengeram, sangat sayang pada anak-anaknya. Namun persentase menetas relatif kecil, berkisar 60% saja.

c. Telur:

  • Berbentuk oval membulat, ukurannya kecil dan berwarna putih opaque.
  • Setelah 21 hari dierami induknya akan menetas, berbulu kapas warna abu-abu kekuning-kuningan dengan belang-belang hitam.

Lihat Ciri-ciri dan Jenis Ayam Kate Bagian 3

Posted in Peternakan | Leave a comment